Budidaya Hidroponik Bagi Pemula

o-gie.id – Pembahasan artikel kali ini lebih pada dasar pengetahuan tentang jenis tanaman yang cocok dan langkah-langkahnya budidaya bagi pemula. Hampir semua tanaman dapat dilakukan proses hidroponik kecuali untuk tanaman yang tinggi, berbatang kuat karena sulit ditopang, dan memakan waktu lama untuk menghasilkan atau produksi atau panen. Pada umumnya hidroponik diterapkan pada semua jenis sayuran, buah-buahan, dan tanaman herbal, serta tanaman hias.

A. Jenis Tanaman Yang Cocok Dengan Metode Hidroponik

1# Sayur-sayuran

Ada sayur buah, sayur daun, sayur batang, dan sayur umbi. Diantaranya; Kangkung, Sawi, Kailan, Selada, Samhong, Pakcoy, Pepermint, Wortel, Buncis, Kol, Kacang Panjang, Timun, Cabe, Kentang, Bawang Merah, Bawang Putih, dan sebagainya.

OGIE Farm Budidaya Sayuran Hidroponik Pontianak

2# Buah-buahan

Terutama tanaman buah hasil produksinya cepat, seperti Melon, Anggur, Stroberi, Semangka, dan lain sebagainya.

OGIE Farm Budidaya Buah-buahan Hidroponik Pontianak

3# Tanaman Herbal

Tanaman Herbal adalah tanaman yang berkhasiat untuk obat-obatan, seperti sakit perut, obat pusing atau sakit kepala, obat kembung, obat pelangsing, hingga bahan kosmetik kecantikan untuk wanita.

Hampir semua tanaman obat dapat ditanam secara hidroponik. Tanaman obat hidroponik yang paling mudah dibuat adalah tanaman yang menghasilkan biji atau buah sebagai obat, misalnya mahkota dewa, rosella, dan lain sebagainya.

Bagi tanaman obat yang dimanfaatkan umbinya, dapat menggunakan sistem hidroponik aeroponik karena lebih cocok.

OGIE Farm Budidaya Tanaman Herbal Hidroponik Pontianak

4# Tanaman Hias

Tanaman hias umumnya ditanam di luar ruangan menggunakan wadah pot dan ditanam secara konvesional, namun banyak juga tanaman hias ditanam dengan cara hidroponik dan diletakkan di dalam ruangan. Hampir semua jenis tanaman bisa ditanam secara hidroponik termasuk tanaman hias. Beberapa contoh tanaman hias yang biasa ditanam secara hidroponik diantaranya, Anggrek, Krisan, Mawar, Kaktus, dan lain sebagainya.

Setelah kamu mengetahui beberapa jenis tanaman yang cocok menggunakan sistem hidroponik, selanjutnya kita bersama mempelajari kebutuhan cahaya, nutrisi, dan alat ukurnya.

OGIE Farm Budidaya Tanaman Hias Hidroponik Pontianak

B. Nutrisi Tanaman Hidroponik

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, hidroponik adalah kegiatan bercocok tanam yang dilakukan tanpa tanah, melainkan air yang mengandung nutrisi-nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Kegiatan budidaya dengan cara hidroponik harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat. Menghitung kebutuhan seberapa banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman adalah bagian utama diperencanaan awal dalam budidaya hidroponik. Jika tanaman mengalami kekurangan nutrisi maka dapat berakibat kegagalan panen.

Tanaman membutuhkan 16 unsur hara atau nutrisi untuk pertumbuhan yang berasal dari udara, air, dan pupuk. Unsur-unsur tersebut terdiri dari karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca), besi (Fe), magnesium (Mg), boron (B), mangan (Mn), tembaga (Cu), seng (Zn), molibdenum (Mo), dan khlorin (Cl). Unsur-unsur C, H, dan O biasanya disuplai dari udara dan air dalam jumlah yang cukup. Unsur hara lainnya didapatkan melalui pemupukan atau larutan nutrisi.

OGIE Farm Budidaya Dengan Unsur Hara Hidroponik Pontianak

C. Kebutuhan Cahaya Pada Tanaman Hidroponik

Kebutuhan cahaya pada tanaman hidroponik menjadi faktor penting, karena merupakan sumber energi terbesar bagi tanaman. Kita tahu bersama cahaya digunakan untuk fotosintesis pada tanaman.

Pengaruh cahaya pada tanaman berdasarkan intensitas cahaya. Intensitas cahaya merupakan banyaknya quantum atau photon yang jatuh pada suatu areal atau didefinisikan secara sederhana adalah banyaknya total cahaya yang diterima tanaman. Intensitas cahaya berbeda menurut hari, musim, jarak, dan equator.

Intensitas cahaya optimum berdampak pada laju fotosintesis yang meningkat dan respirasi yang rendah serta berefek pada cadangan sakaria melimpah. Jika intensitas cahaya yang diterima tanaman rendah akan berdampak pada tanaman seperti:

  • Jaringan tiang atau palisade sedikit.
  • Jaringan bunga karang sedikit.
  • Ruang interseluler besar.
  • Urat-urat daun banyak mengandung air.

Pada intensitas cahaya tinggi berakibat pada klorofil yang berkurang sehingga daun berwarna hijau kekuning-kuningan. Absorpsi cahaya rendah berakibat pada laju fotosintesis yang menurun atau biasa disebut solarization. Pada semaian tanaman jika kekurangan cahaya dapat mengakibatkan etiolasi atau kutilan (kurus tinggi langsing), sehingga pertumbuhan tanaman terganggu.

Ketika suhu daun meningkat berakibat pada transpirasi berlebihan, laju absorpsi air menjadi tidak seimbang, sel penjaga hilang, stomata akan menutup, fotosintesis akan menurun, dan respirasi berlangsung terus-menerus. Pada akhirnya terjadi sun burn pada buah dengan warna bunga pudar.

Pengaruh cahaya selain intensitas cahaya adalah kualitas cahaya dan lama penyinaran atau photoperiodism.

OGIE Farm Budidaya Dengan Cahaya Hidroponik Pontianak

D. Alat Ukur

Mengingat sangat banyak unsur hara yang dilarutkan dalam nutrisi baik itu unsur makro maupun mikro, maka sangat perlu bagi kita untuk mengetahui secara persis berapa kandungan unsur-unsur tersebut dalam nutrisi yang akan digunakan. Selain itu juga mencegah kekurangan atau kelebihan unsur tertentu pada tanaman, karena hal tersebut sangat berpengaruh.

OGIE Farm Budidaya Alat Ukur TDS Hidroponik Pontianak

Secara umum parameter-parameter yang perlu diketahui dalam berhidroponik adalah sebagai berikut :

  • EC Meter dan TS, EC atau Electrical Conductivity Meter adalah suatu alat instrumentasi yang berfungsi untuk mengukur kadar listrik suatu nutrisi. Alat ini diperlukan karena sifat penyerapan nutrisi pada akar tanaman bekerja berdasarkan prinsip pertukaran ion sehingga sangat diperlukan agar nutrisi berada pada batas optimal terjadinya pertukaran ion pada akar. Pengganti EC Meter adalah TDS Meter, walaupun terdapat perbedaan dalam penghitungan atau pengukurannya. TDS mengukur kadar nutrisi berdasarkan jumlah padatan yang terlarut di dalamnya.
  • PH Meter diperlukan untuk mengukur kadar keasaman (pH), karena dalam berhidroponik sifat garam mineral yang terlarut dapat mempengaruhi kondisi kimiawi dari nutrisi. Tiap tanaman memerlukan kondisi keasaman yang berbeda untuk dapat tumbuh optimal.
  • Dissolved Oxygen Meter (DO Meter) walaupun tidak dibutuhkan seperti EC dan pH, namun berguna untuk mengukur kadar oksigen terlarut dalam nutrisi. Semakin tinggi kadar oksigen terlarut maka semakin mudah akar menyerap unsur-unsur yang tersedia dalam larutan nutrisi sehingga tanaman akan tumbuh subur dan sehat. Apabila tidak memiliki peralatan DO Meter, maka salah satu indikasi apakah tanaman yang kita miliki cukup mendapat oksien atau tidak, dapat dilihat pada perakarannya. Jika perakaran tanaman berwarna putih maka dapat diindikasikan tanaman tersebut cukup mendapatkan oksigen, akan tetapi jika akar tanaman berwarna kecoklatan maka dapat dipastikan tanaman kekurangan oksigen. Kita harus berupaya untuk meningkatkan kadar oksigen dalam nutrisi dengan menambah aerator atau cara lainnya.

Semoga bermanfaat di artikel kali ini. Jika sudah ada tersedia sayur segar dan sehat untuk keluarga di wilayah anda, mengapa harus pilih yang lain?

Leave a Comment