Madu Asli Dari Lebah Hutan Kalimantan

o-gie.id – Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Sejak dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Negara Indonesia masuk 10 besar dalam luasan hutan lebat di dunia sehingga hasil alamnya berlimpah. Salah satu wilayah di Indonesia yang menyumbang daerah luasan hutan adalah Pulau Kalimantan. Selain fungsi hutan sebagai paru-paru dunia dan ekosistem yang terdiri dari abiotik dan biotik, hutan juga menghasilkan produk yang berupa Madu Hutan.

Nektar Merupakan Sumber Makanan Bagi Lebah

Madu dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Nektar atau sari bunga adalah cairan manis yang diproduksi dari bunga atau tumbuh-tumbuhan sewaktu mekar untuk menarik kedatangan hewan penyerbuk seperti serangga. Nektar dihasilkan dari kelenjar nektar yang terletak di dasar perhiasan bunga (perianthium), sehingga hewan penyerbuk mau tidak mau bersinggungan dengan kepala sari (anthera) dan pisthil sewaktu mengambil nektar sehingga sering kita ketahui bersama akan terjadi proses penyerbukan di bunga.

Apabila lebah madu sudah berada dalam sarang, nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen, selanjutnya dikunyah bersama lebah lainnya. Jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi. Rasa manis madu disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah. Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya kadar air yang hanya 0.6.

Lebah mengubah sakarida menjadi madu dengan proses mengunyah berkali-kali sampai setengah tercerna. Proses ini tidak dilakukan sekaligus. Setelah dikunyah, sakarida masih dalam bentuk cair dan masih mengandung banyak air, maka proses selanjutnya adalah penguapan sebanyak mungkin air dan transformasi dengan enzim. Lebah membuat madu sebagai sumber makanan. Pada musim dingin atau saat makanan langka, lebah mengambil cadangan madu sebagai sumber energi.

Kapuas Hulu Penghasil Madu Hutan Terbaik Di Asia

Daerah penghasil madu hutan terbaik di Kalimantan Barat adalah Kapuas Hulu, tepatnya di kawasan Danau Sentarum. Di sini merupakan habitat alami dari para lebah hutan liar karena hutan hujan tropis masih banyak tumbuh di kawasan ini. Madu Hutan disebut juga madu Multiflora, karena terbuat dari bermacam-macam bunga tanaman yang berlainan. Madu hutan memiliki kandungan protein dan nutrisi yang tinggi, maka madu hutan liar sangat baik dikonsumsi oleh para ibu hamil, anak-anak, remaja dalam masa pertumbuhan, dan orang tua untuk menjaga tulang dari keroposan serta menjaga sel saraf tetap aktif di otak.

Madu Hutan yang berasal dari Lebah Apis Dorsata di Danau Sentarum merupakan madu hutan terbaik di seluruh Asia. Mengapa? Karena madu hutan dari Danau Sentarum merupakan satu-satunya madu hutan yang pertama kali mendapatkan sertifikat organik karena menerapkan proses sistem panen lestari dan proses pasca panen yang higienis. Ditambah lagi dengan memelihara lebah hutan ini, masyarakat petani madu menjaga kawasan hutan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum dari kerusakan.

Lebah Madu

Lebah madu adalah serangga sosial kaya manfaat yang berkhasiat untuk kesehatan. Dalam klasifikasi dunia binatang, lebah dimasukkan dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga, termasuk lebah, tawon, semut, dan rayap.

Di dunia ada tujuh spesies lebah madu yang sudah diketahui, yaitu : Apis dorsata, Apis Laboriosa, Apis Mellifera, Apis Florea, Apis Andreniformis, Apis Cerana dan Apis Koschevnikovi. Akhir-akhir ini ditemukan lagi spesies lebah madu baru yaitu Apis Nigrocincta di Sulawesi dan Apis Nuluensis di Kalimantan.

Jenis lebah yang paling efektif menghasilkan madu adalah lebah dengan jenis Apis Dorsata. Lebah ini termasuk lebah Asia yang paling bagus memproduksi madu. Namun Apis Dorsata masih sulit dibudidayakan karena selain sifatnya yang agresif dan galak, lokasi tempat sarangnya sering berada di tempat yang sangat tinggi dan menggantung di dahan pohon, bukit batu yang terjal atau tebing jurang.

Apis Dorsata berbadan besar dan hidupnya masih liar di daerah sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Filipina, India, Nepal dan tidak ditemukan selain di daerah Asia. Di Indonesia lebah ini bisa ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lebah Madu Hutan Kalimantan

Kehidupan Koloni Lebah

Lebah madu selalu hidup berkoloni, rata-rata setiap koloni berkisar 60-70 ribu lebah dalam satu sarang. Satu koloni menghuni sebuah sisiran yang ukurannya bisa sangat besar. Pada satu pohon bisa terdapat 5 – 10 koloni. Produk utama Apis Dorsata adalah madu dengan produksi mencapai 10 -20 Kg per koloni per panen. Bahkan, dari sarang yang besar produksinya bisa mencapai 30 Kg. Madu yang dihasilkan dinamakan madu hutan. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.

Koloni Lebah

Ada Tiga Jenis Lebah Dalam Satu Sarang:

  1. Queen Bee (Ratu Lebah).
  2. Drones adalah Lebah Jantan yang membuahi calon ratu baru.
  3. Lebah Pekerja :
    • Nurse Bees adalah lebah perawat yang mengurus larva.
    • Scout Bees adalah lebah pencari nektar.
    • Collector Bees adalah lebah pengumpul nektar.

1# Ratu Lebah (Queen Bee)

Ratu Lebah mempunyai tubuh yang lebih besar dan berat 2,8 kali berat dari lebah pekerja. Setiap koloni lebah hanya ada satu ekor Ratu Lebah, jika di dalam satu koloni ada dua ekor Ratu Lebah, maka keduanya akan saling membunuh untuk mendapatkan kedudukan sebagia Ratu Lebah.

Ratu Lebah bertugas memimpin dan menjaga keharmonis lebah dalam satu koloni. Semua lebah dalam satu koloni akan mentaati Ratu Lebah, kemanapun Ratu Lebah pergi maka satu koloni lebah akan mengikutinya. Selain memimpin koloni lebah, Ratu Lebah mempunyai tanggungjawab untuk meneruskan kelangsungan hidup koloni lebah, yaitu dengan cara bertelur sepanjang hidupnya. Ratu Lebah sanggup bertelur 1500-2000 butir setip harinya.

Ratu Lebah mempunyai umur yang lebih lama dibandingkan dengan Lebah Pekerja. Lebah Pekerja berumur sekitar 40 hari tetapi Ratu Lebah sanggup hidup 3-5 tahun atau sekitar 30 kali lebih lama dari lebah pekerja.

Rahasia Ratu Lebah berumur lebih lama adalah disebabkan Ratu Lebah mengkonsumsi Royal Jelly sepanjang hidupnya, sedangkan Lebah Pekerja hanya mengkonsumsi royal jelly selama 3 hari pada saat menjadi larva.

Ratu Lebah (Queen Bee) Madu Hutan Kalimantan

2# Lebah Jantan (Drones)

Lebah Jantan mempunyai sifat fisik yang lebih kecil dari Ratu Lebah, tetapi lebih besar dari Lebah Pekerja. Ciri yang menonjol adalah matanya yang besar. Mata itu terdiri dari faset yang lebih banyak daripada faset pada mata Lebah Pekerja dan Ratu Lebah.

Lebah Jantan tidak mempunyai pipa penghisap madu dan juga tidak mempunyai kantong pollen di kakinya, sehingga Lebah Jantan tidak bertugas mengumpulkan pollen atau madu. Lebah Jantan hanya membersihkan sarang dan menjaga sarang.

Lebah Pejantan adalah satu-satunya Lebah Jantan yang terdapat di sarang lebah dan hanya bertugas untuk membuahi Sang Ratu Lebah. 16 hari setelah Ratu Lebah yang baru terlahir, ia terbang ke tempat Lebah Jantan yang telah menunggu kedatangannya. Setelah membuahi sang ratu, Lebah Jantan ini kemudian mati.

Lebah Jantan Madu Hutan Kalimantan

3# Lebah Pekerja

Ukuran tubuh Lebah Pekerja lebih kecil daripada Lebah Ratu dan Lebah Jantan. Bentuk tubuhnya ramping, warnanya hitam kecoklatan, dan ekornya mempunyai sengat yang lurus serta berduri. Lebah Pekerja melindungi sarangnya dan menyerang siapapun yang menggangu dengan sengatannya.

Lebah Pekerja biasa disebut sebagai Lebah Betina yang memiliki tanggungjawab pekerjaan sepanjang hidupnya. Lebah Pekerja mempunyai tanggungjawab pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan umur Lebah Pekerja tersebut. Sesaat setelah keluar dari kepompong dan menjadi larva, Lebah Pekerja langsung mempunyai tanggungjawab untuk membersihkan sarang lebah dari kotoran-kotoran.

Ketika berumur 3-10 hari, Lebah Pekerja menghasilkan Royal Jelly yang sangat dibutuhkan larva lebah dan Ratu Lebah.

Lebah muda mengkomsumsi madu dan bee pollen untuk menghasilkan royal jelly yang berasal dari kelenjar lebah di sekitar leher lebah tersebut. Selanjutnya, lebah muda bertugas memberi makan larva dan ratu lebah.

Setelah Lebah Pekerja berusia sekitar 3 minggu, lebah mempunyai tugas baru di luar sarangnya yaitu bertugas mencari nektar bunga yang akan diolah menjadi madu dan tepung sari bunga untuk diolah menjadi bee pollen.

Lebah terbang mencari pollen dan madu dengan menghinggapi beribu-ribu bunga yang sedang mekar. Lebah menghisap setetes nektar dengan alat hisapnya dan menyimpannya ke dalam kantong madu yang ada di dalam tubuhnya.

Untuk memperoleh sekitar 375 Gram madu, maka lebah harus mondar mandir sebanyak 75.000 kali untuk mengambil nektar. Jumlah madu yang dikumpulkan sebanyak itu, Lebah Pekerja dapat menempuh jarak terbang yang setara dengan 4-6 kali keliling bumi. Bayangkan betapa sibuknya sebuah koloni lebah. Lebah madu bisanya mencari nektar yang berjarak sekitar 3 km dari sarangnya.

Lebah Pekerja Madu Hutan Kalimantan

a# Lebah Perawat (Nurse Bees)

Lebah Perawat adalah Lebah Pekerja yang khusus merawat Ratu Lebah dan larva. Mereka bertanggung jawab untuk memproduksi royal jelly, serta memberi makan sang ratu dengan royal jelly, bee pollen, dan madu.

b# Lebah Pencari (Scouts Bees)

Lebah Pencari adalah Lebah Pekerja yang mencari sumber-sumber pollen, nektar, dan propolis. Ketika mereka menemukan sumber makanan yang terbaik, mereka akan kembali ke sarang dan menginformasikannya kepada lebah pengumpul. Kemudian, lebah pengumpul pergi untuk mengumpulkan makanan tersebut.

c# Lebah Pengumpul (Collector Bees)

Ketika mengumpulkan pollen dari bunga-bunga, Lebah Pengumpul hanya akan mengunjungi tipe bunga yang sama hingga semua pollen habis terkumpul. Pada saat lebah mengumpulkan pollen, mereka juga mencampurkannya dengan sedikit madu dari mulutnya dan kemudian membentuk gumpalan pollen yang akan disimpan dalam kantong yang terdapat di kaki lebah.

Lebah Pengumpul menghisap nektar dari bunga-bunga dengan lidah mereka yang panjang. Mereka hanya mengunjungi bunga dari spesies yang sama dalam satu putaran pengumpulan, untuk memastikan bahwa nektar yang dikumpulkan berasal dari satu sumber yang sama.

Nektar yang terkumpul kemudian disimpan dalam sel madu yang terbuka. Sel-sel ini akan tetap terbuka hingga nektar menguap dan terbentuk cairan madu yang kental dan matang.

Semoga bermanfaat di artikel kali ini. Apabila ingin tahu seputar Madu Hutan Kalimantan, kamu dapat kunjungi terus website ini. Terima kasih sudah membaca sampai selesai. “Apakah Kamu Sudah Minum Madu Hari ini?”

Leave a Comment