Mengenal Sistem Pertanian Hidroponik

o-gie.id – Banyak dari kita mungkin sudah lama mendengar istilah Hidroponik, namun di artikel kali ini. OGIE Farm akan berusaha secara khusus membahas lebih detail tentang pertanian dengan sistem hidroponik. Tanpa berlama-lama, mari kita ulas secara bertahap.

Apa Itu Hidroponik?

Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah. Sesuai dengan arti kata ‘hydro’ yang berarti air dan ‘ponos’ yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Pada umumnya, penanaman tanaman konvensional menggunakan tanah sebagai media penopang, sedangkan pada hidroponik menggunakan media tanam selain tanah seperti rockwool, cocopeat (olahan sabut kelapa), hidroton, kerikil, sabut kelapa, zat silikat, pecahan batu karang atau batu bara, serbuk gegaji, busa, dan lain sebagainya.

Prinsip budidaya tanaman secara hidroponik adalah memberikan atau menyediakan nutrisi yang diperlukan tanaman dalam bentuk larutan air dengan cara disiramkan, diteteskan, dialirkan, atau disemprotkan pada media pertumbuhan tanaman. Dimana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pkir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, dimana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Keunggulan Sistem Hidroponik

OGIE Farm akan membahas keunggulan hidroponik, karena banyak sekali cara bercocok tanam secara hidroponik, maka ulasanya dengan poin per poin supaya lebih mudah dipahami.

  • Keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin karena penggunaan nutrisi tanaman terkontrol dan pengelolaannya sesuai standar serta teruji.
  • Perawatannya lebih praktis dan serangan gangguan hama lebih terkontrol.
  • Pemakaian pupuk atau nutrisi tanaman lebih hemat (efisien) dan benar-benar terserap oleh tanaman atau tidak terbuang percuma.
  • Tanaman hidroponik dapat dilakukan pada lahan atau ruang terbatas, misalnya di atap, dapur, halaman depan rumah, samping rumah, atau sisa lahan yang tidak digunakan.
  • Tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman baru.
  • Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar (tidak perlu mencangkul, membajak, atau membersihkan rumput atau gulam) karena metode kerjanya lebih hemat dan memiliki standarisasi yang teruji.
  • Tanaman dapat tumbuh lebih pesat, akar dan media yang digunakan tidak kotor dan rusak.
  • Beberapa jenis tanaman bisa dibudidayakan di luar musim atau tidak bergantung pada kondisi alam.
  • Tidak ada resiko kebanjiran, erosi, kekeringan, atau ketergantungan pada kondisi alam.
  • Tanaman dari hasil bertani hidroponik dapat dikemas dan disimpan dalam keadaan hidup dan segar untuk waktu yang lebih lama.
  • Kendali sistem perakaran tanaman selalu terawasi.
  • Tidak perlu mengkhawatirkan masalah penyiraman.
  • Berkebun hidroponik di dalam greenhouse, produksi tidak menggunakan tanah, dengan demikian gulma dan hama jarang sekali ditemukan sehingga penggunaan pestisida berupa insektisida, fungisida, dan herbisida tidak diperlukan.
  • Hasil produksi sehat karena menerima nutrisi yang seimbang dan terkendali.
  • Air tetap berada di dalam sistem dan dapat digunakan kembali, dengan demikian biaya dari penggunaan air relatif sedikit.
  • Memungkinkan untuk mengontrol kadar nutrisi secara keseluruhan sehingga penggunaan relatif efisien.
  • Tidak ada pencemaran nutrisi yang dilepaskan ke lingkungan karena dikendalikan di dalam sistem.
  • Produktivitas tanaman lebih tinggi serta berlanjut.
  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil panen lebih bersih (baik dan tidak rusak).

Berdasarkan poin-poin di atas, sistem hidroponik memiliki manfaat dan perawatan hidroponik yang mudah. Sudah banyak diterapkan di gedung-gedung bertingkat, tempat-tempat perbelanjaan modern, dan apartemen. Udara di gedung-gedung bertingkat yang menggunakan AC tidak pernah berganti lama (bertahun-tahun), maka banyak mengandung bakteri dan polutan. Dengan sistem bertanam hidroponik, tentunya menjadi sehat dan bersih.

6 Sistem Hidroponik

  1. Sistem Sumbu atau Wick.
  2. Sistem Kultur Air.
  3. Sistem Pasang Surut.
  4. Sistem Nutrient Film Technique (NFT).
  5. Sistem Fertigasi.
  6. Sistem Aeroponik.

Bahasan tentang sistem hidroponik lebih sedikit yakni hanya berjumlah 6 poin saja. Sangat tanggung dan terlihat kejam apabila Ogie Farm hentikan tulisan artikel ini dengan hanya menyebutkan poin-poin saja. Daripada Ogie Farm dimarahi oleh pembaca, maka dilanjutkan penjelasanya dengan disertai contoh gambar supaya ada visualisasinya. Selamat melanjutkan membacanya.

1# Sistem Sumbu atau Wick.

Tipe hidroponik sederhana atau pasif, yang artinya tidak ada sistem yang bergerak. Larutan nutrisi diserap oleh media tanam dari tandon menggunakan sumbu atau memanfaatkan daya kapilarisasi sumbu. Sistem ini dapat menggunakan bermacam-macam media tanam, diantaranya hidroton, rockwoll, arang sekam, atau sabut kelapa.

1. Wick’s system Hydroponics or Sistem Sumbu Hidroponik o-gie.id

2# Sistem Kultur Air.

Tipe ini biasa disebut dengan Rakit Apung. Sistem ini lebih sederhana dibandingkan dengan semua sistem hidroponik aktif. Penopang tanaman biasanya dibuat dari styrofoam dan mengapung langsung di atas permukaan larutan nutrisi. Sebuah pompa udara sebagai media dalam menyediakan udara melalui gelembung-gelembung udara dalam larutan nutrisi dan oksigen bagi akar tanaman.

2. Sistem Hidroponik Pontianak dengan Rakit apung o-gie.id

3# Sistem Pasang Surut.

Sistem Pasang Surut yaitu tanaman mendapatkan air, oksigen, dan nutrisi melalui pompa dari bak penampung yang dipompa melewati media kemudian membasahi akar tanaman (pasang), kemudian selang beberapa waktu air bersama nutrisi akan turun (surut) kembali melewaati media menuju bak penampungan. Waktu pasang dan surut dapat diatur menggunakan timer sesuai kebutuhan tanaman tersebut, jadi tanaman tidak akan tergenang atau kekurangan air.

3. Sistem Hidroponik Pontianak Pasang Surut o-gie.id

4# Sistem Nutrient Film Technique (NFT).

Sistem yang banyak orang mengetahui ketika mendengar hidroponik. Dalam sistem ini idealnya ke dalaman aliran sirkulasi harus sangat dangkal, atau tipis seperti kaca film yang berarti lapisan tipis atau air lebih sedikit. Hal ini memastikan agar perakaran akan selalu mendapatkan air dan juga nutrisi, Sistem ini memberikan limpahan oksigen kepada akar tanaman. Sistem NFT dirancang berdasarkan pada kemiringan saluran yang tepat. Keuntungan utama dari sistem NFT dari sistem lainnya adalah akar tanaman dapat terkena kecukupan pasokan air, oksigen, dan nutrisi. Ada kelemahan di sistem ini, yaitu seluruh operasional NFT pasti memerlukan daya listrik, jika tiba-tiba listrik tidak teraliri (padam/gangguan listrik) maka pasokan air yang mengalir ikut terhenti. Solusi supaya pasokan air tetap ada walau tidak ada aliran listrik, yaitu dengan cara membuat sekatan atau tanggul.

4. Sistem Hidroponik Pontianak NFT (Nutrient Film Technique) o-gie.id

5# Sistem Fertigasi.

Sistem ini pada prinsipnya hanya memberikan air dan nutrisi dalam bentuk tetesan yang menetes secara terus-menerus sepanjang waktu. Tetesan diarahkan tepat pada daerah perakaran tanaman agar tanaman dapat langsung menyerap air dan nutrisi yang diberikan. Tetesan nutrisi dapat diatur sehingga tidak akan menggenangi tanaman. Sistem ini pada prinsipnya sama saja dengan menyiram tanaman namun dilakukan secara otomatis, terus-menerus dan sesuai dosis.

5. Sistem Hidroponik Pontianak dengan Fertigasio o-gie.id

6# Sistem Aeroponik.

Sistem hidroponik Aeroponik menggunakan teknologi canggih, seperti NFT di atas, Namun tanaman mengambang di udara dalam bak penampung. Akar-akar menggantung di udara dikabutkan oleh larutan nutrisi. Pengabutan ini biasanya dilakukan setiap beberapa menit sekali. Karena akar-akar terekpos di udara seperti NFT, maka akar-akar bisa cepat mengering jika pengaturan pengabutan terganggu.

6. Sistem Hidroponik Pontianak dengan Aeroponic o-ogie.id

Demikian sedikit tulisan di artikel ini tentang Hidroponik. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Leave a Comment